Tempat yang wajib dan paling sering di kunjungi di Pare, terutama di akhir pekan

Tempat yang wajib dan paling sering di kunjungi di Pare, terutama di akhir pekan

Flip English - Halo semua, Kali ini saya akan menceritakan sedikit kehidupan Pare. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian yang memiliki niat mau belajar di Pare.

Okkay, mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia telah mengenal Pare sebagai kampoeng Inggris, bahkan telah diasosiasikan kalau mau belajar Bahasa Inggris pasti Pare, iya kan?

Pare memang tempat yang tepat untuk belajar Bahasa Inggris, karena memang lokasi dan lingkungannya sangat mendukung. Kondisi belajar di Pare kalau menurut saya agak sedikit padat dan melelahkan, khususnya mungkin bagi teman-teman yang mengambil kelas program intensive, rata-rata durasi belajar selama 5 hari, dimulai dari hari Senin hingga Jumat, dari jam 06.30-22.00. Bisa kebanyakan kan lelahnya. Itupun belum termasuk loh dengan tugas tambahan. Kalau berdasarkan pengalaman pribadi sih, biasanya masih ada kelas extend yang mengharuskan student untuk tetap belajar di akhir pekan. Itupun kondisional kok, bisa dibilang jarang.

Jangan khawatir, tidak usah berprasangka buruk dulu, kalian tidak akan stress kok gara-gara belajar, kan masih ada dua harinya bisa dipakai jalan-jalan. Pare kan kampung! emang ada tempat yang bagus? Ada banyak spot-spot menarik di Pare yang bisa di kunjungi untuk sekadar move-on dengan kejenuhan kita. Weekend tentu hari yang paling di nanti di Pare, karena hari itu kita memiliki waktu yang luang bersantai.

Tansu - tansu merupakan tempat paling favorit bagi para Hunter English di Pare. TANSU sebenarnya singkatan dari ketan susu, jadi TANSU dan itu sudah dianggap sebagai makanan khas dari Pare. Kalau teman-teman mau ke tempat itu, kalian harus berangkat lebih awal karena tempat tersebut adalah tempat paling super crowded . Antrinya yang lumayan lama dan biasanya kita tidak kebagian tempat duduk. Saya akan sedikit menggambarkan sedikit bagaimana TANSU itu sendiri. Jadi TANSU itu adalah beras ketan biasa dan tidak ada pengolahan spesial, kalau menurut prediksi saya sih, paling cuman di masak dan di kukus doang, terus kemudian beras ketan tersebut diberikan beberapa varian topping. Nah, topping-nya ini sebenarnya yang membuat di spesial. Ada topping susu, karamel, coklat, keju bahkan kalau mau bisa juga dicampur semua. “serakah banget yah sampai campur semua”. Kenapa TANSU karena walaupun banyak variant topping, namun susu kental manis putih adalah pemanis utama makan tersebut. Jadi singkat cerita TANSU itu sebenarnya makanan, karena rame dan banyak suka dan datang berkunjung ke tempat makanan itu makanya dinamakanlah tempat tersebut “TANSU”.

Kursus Murah Kampung Ingris dan Ketan susu

Candi Sarwono - Tempat selanjutnya yang jadi rekomendasi adalah Candi Sarwono. Tempat tidak jauh amat dari kampung inggris mungkin sekitaran 4-5 km dan dapat ditempuh dengan naik sepeda. Bagi kalian yang gak mau mengeluarkan keringat lebih kalian dapat memesan Go-ride or Go-car, (bukan bagian dari iklan ya hehehe) tapi kalau menurut pengalaman sih, mending naik sepeda walaupun berkeringat sedikit namun hal itu akan terbayar dengan suguhan indahnya pemandangan alam pedesaan yang menyegarkan, sepanjang jalan Anda mata kalian akan dimanjakan dengan hamparan sawah yang hijau, tanaman tebu yang menjulang dan hutan bambu yang hampir dapat ditemukan di mana saja.

Di gerbang candi terdapat tulisan Candi Sarwono, masuk candi pengunjung tidak perlu bayar, alias gratis-tis-tis hehehe ‘alay’. Didalam lingkungan candi terdapat banyak balok-balok beton memanjang tersusun rapi. Oh iya, candi Sarwono ini tidak seperti candi Prambanan ataupun candi Borobudur yang memiliki ukuran yang sangat besar. Candi Sarwono ukurannya relatif kecil dan merupakan peninggalan kerajaan majapahit dan diperkirakan sudah ada pada abad 15.

Keadaan candi sudah tidak utuh lagi, banyak bagian-bagian yang telah hancur. Namun ada bagian-bagian tertentu yang telah di rekonstruksi yang tingkat kerusakan yang sedang dengan ukuran yang besar. Karena bangunannya sudah tua, jadi bagi teman-teman yang ingin berkunjung, disarankan agar tidak menaiki candi untuk keperluan berfoto karena bangunan tersebut sudah tua, sehingga batu-batunya rapuh dan mudah rusak. Di candi ini paling banyak di datangi oleh wisatawan lokal terutama bagi para hunter English di Pare. Waktu paling ramai yakni hari Sabtu dan Minggu karena hampir semua lembaga kursus di Pare libur. Nah selain TANSU, teman-teman dapat berkunjung ke tempat ini untuk melepaskan lelah selama belajar seminggu penuh.

Gumul - Tempat selanjutnya adalah Gumul, Gumul simpang lima merupakan landmark kota Kediri. Ibarat Jakarta kalau belum ke MONAS yah berarti kalian pernah ke Jakarta. Kalau Gumul dari kampung pare lumayan jauh sekitar 14, kalau naik kendaraan bermotor mungkin membutuhkan waktu sekitar 20 menit, tapi jangan khawatir bagi kalian yang gak punya kendaraan pribadi. Di Pare kendaraan oleh sudah dapat diakses kalau masalah biaya berdasarkan pengalaman kalau untuk ke simpang lima gumul kita hanya merogoh biaya sekitar 40.000an dengan maksimal penumpang 4 orang.

Tempat selanjutnya adalah Gumul, Gumul simpang lima merupakan landmark kota Kediri. Ibarat Jakarta kalau belum ke MONAS yah berarti kalian pernah ke Jakarta. Kalau Gumul dari kampung pare lumayan jauh sekitar 14, kalau naik kendaraan bermotor mungkin membutuhkan waktu sekitar 20 menit, tapi jangan khawatir bagi kalian yang gak punya kendaraan pribadi. Di Pare kendaraan oleh sudah dapat diakses kalau masalah biaya berdasarkan pengalaman kalau untuk ke simpang lima gumul kita hanya merogoh biaya sekitar 40.000an dengan maksimal penumpang 4 orang.

Kita lanjut, apa sih istimewa dari simpang lima gumul. Seperti yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya, gumul merupakan landmark kota Kediri dengan posisi yang sangat strategis karena berada tengah simpang lima. Jika dilihat sekilas dari samping, gumul hanyalah bangunan yang memiliki dua tiang, namun kalau diamati dengan jelas, bangunan tersebut berbentuk segi empat namun di setiap sisinya memiliki bentuk sama. Jadi di sisi manapun pengunjung mau berfoto, tetap saja sudut pandang yang didapat sama. Awal mulanya, simpang lima ini hanyalah simpang 4 kecil yang kemudian direnovasi dan diperbesar. Simpang lima ini kemudian memiliki peranan yang sangat penting karena sebagai jalur utama bagi pare pengendara yang hendak berkunjung ke lima kabupaten yang ada di Kediri, jadi setiap pengendara dituntut untuk memutar dan memasuk arah kabupaten yang dituju tanpa bantu lampu lalu lintas.

Simpang lima gumul atau biasa di sebut SLG, bangunan yang terinspirasi dari Arc de Triomphe di Prancis. Dari segi kisah hampir sama, karena bangun di Perancis dibangun untuk menghargai para pahlawan mereka, SLG pun juga memiliki cerita yang sama yakni untuk menghargai pahlawan Kediri.

Untuk menuju ke monumen, pengunjung harus di drop di parkir area atau tempat drop off yang telah disediakan karena sepanjang jalan simpang lima dilarang berhenti. Yang menarik adalah, disediakan tiga lorong bawah tanah untuk dapat mengakses ke tugu. Bagi pengunjung baru mungkin akan kebingungan untuk mengakses tempat tersebut jadi disarankan pengunjung langsung saja mencari tempat parkir, karena di semua tempat parkir telah disediakan lorong bawah tanah untuk mengakses monumen simpang lima gumul.

Sekedar informasi, bahwa SLG bukan hanya bangunan tugu loh, tapi banyak ruangan serba guna, seperti auditorium, ruang informasi, ruang serba guna, dan basement. Selain itu tempat ini juga sering diadakan kegiatan-kegiatan besar karena ya lokasinya yang strategis.

Okay sekian dulu ya, itulah beberapa tempat yang dapat dikungkjungi untuk mengisi waktu luang kita selama weekend, sekalian melepas lelah karena belajar hampir seminggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages